Selasa, 05 April 2011

Ekonomi Moneter


Bab 1
Konsep Dasar Ekonomi Moneter
Deskripsi Singkat Ekonomi moneter :

            Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat fungsi serta pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Dapat  dikatakan juga bahwa pada dasarnya ekonomi moneter termasuk juga dalam ilmu ekonomi  yang mempelajari  aktifitas sebuah perekonomian dalam sebuah Negara seperti sifat, fungsi, dan peranan pengaruh uang.

Ruang lingkup kajian ekonomi moneter meliputi:
- Peran dan fungsi uang dalam perekonomian
- Sistem moneter serta pengaruhnya terhadap jumlah uang beredar
- Struktur dan fungsi bank sentral
- Pengaruh jumlah uang dan kredit terhadap kegiatan ekonomi
- Pembayaran serta sistem moneter internasional

            Kita dapat mengetahui secara mendalam ten tang ekonomi moneter dengan mempelajarinya secara mendalam  yang menyangkut berbagai hal  berkaitan dengan uang seperti mekanisme penciptaan uang, peranan uang, pasar uang, tingkat bunga, system,  dan kebijakan-kebijakan moneter dan uang memiliki peranan yang penting dalam aktifitas perekonomian karena lintas  peredaran uang memegang suatu peranan  yang sangat penting  dalam suatu kehidupan ekonomi suatu Negara.

            Ekonomi moneter  dapat pula dipelajari dan diketahui serta di analisis mengenai berbagai fenomena  dan dampak kebijakan moneter dalam aktifitas ekonomi masyarakatdan Negara.

 Beberapa dampak moneter misalnya :
  1. Bertambahnya uang yang beredar dalam suatu Negara
  2. Berubahn ya tingkat suku bunga
  3. Kredit macet
  4. Adanya fluktuasi nilai tukar dan sejenisnya

Beberapa kebijakan moneeter di antaranya :
1.      Kebijakan bank Indonesia dalam menetapkan  suku bunga
2.      Kebijakan bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar rupiah
3.      Kebijakan bank indonesia dalam  mendorong penyaluran kredit dan sejenisnya

Ekonomi moneter terdiri dari 2 konsep yaitu  :

1.      Konsep ekonomi moneter konvensional
     Adalah suatu cabang ilmu ekonomi yang  membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga dan tingkat kegiatan ekonomi  dalam suatu  Negara. Tujuan ekonomi moneter konvensional adalah memegang uang yang terdiri dari 3 keinginan yaitu:
a.       Tujuan transaksi
Dalam rangka membayar pembelian-pembalianyang akan mereka lakukan

b.      Tujuan berjaga-jaga
Sebagai alat untuk menghadapi kesusahan yang mungkin timbul dimasa yang akan datang.

c.       Tujuan spekulasi
Dalam masyarakat yang umumnya menganut system ekonomi konvensial, maka fungsi dari uang yang tidak kalah pentingnya adalah untuk berspekulasi, dimana  pelaku ekonomi dengan cermat mengamati tingkat bunga yang berlaku saat itu, jika menguntungkan bila dibandingkan investasi.

2.      Konsep ekonomi moneter syariah
     Menurut syariah konsep ekonomi yang sesungguhnya tidak mengutamakan suku bunga. Sejak zaman Islam diperkenalkan kebijakan moneter dilaksanakan tanpa mengunakan instrument bunga sama sekali.



                                                          
Bab 2
Uang dan standar moneter

DEFINISI UANG
PENGERTIAN UANG
A. Pengertian Uang
Dalam arti luas Uang adalah sesuatu yang diterima atau dipercaya oleh masyarakat secara umum sebagai alat pembayaran atau transaksi. Dan alat tukar itu berupa apa saja tidak hanya uang seperti sekarang ini akan tetapi apasaja yang dapat diterima oleh siapa saja ketika belum diciptakannya uang tapi sekarang masyarakat sudah menggunakan alat pembayaran berupa uanguntuk proses pertukaran barng dan jasa.

Syarat-syarat uang agar dapat diterima adalah sebagai berikut :
a. Dapat diterima oleh umum.
b. Jumlahnya sedikit (langkah)
c. Sangat disukai
d. Tahan lama

Uang pun mempunyai beberapa kelemahan yang antara lain :
a. Apabila dipecah atau dibagi nilainya menjadi sangat merosot.
b. Umumnya tidak tahan lama
c. Nilainya tidak tetap
d. Sukar di simpan dalam jumlah banyak
B. Syarat dan Fungsi Uang

1. Syarat-syarat uang

a. Diterima dan dipercaya oleh umum.
b. Memiliki nilai stabil
c. Ada jaminan dari pemerintah.
d. Terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak.
e. Mudah disimpan.

2. Fungsi Uang

Secara umum, fungsi uang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Fungsi asli, yang terdiri dari :
1. Sebagai alat pertukaran, atau tukar menukar.
2. Sebagai satuan hitungan

b. Fungsi turunan uang, antara lain terdiri :
1. Sebagai alat pembayaran
2. Sebagai pendorong kegiatan ekonomi

C. Macam – Macam Uang
Berdasarkan jenisnya, uang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yaitu uang kartal dan uang giral.

1. Uang Kartal
Uang yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat pembayaran yang sah berdasarkan undang-undang yang berlaku merupakan uang kartal.

Contoh :
a. Uang kartal Negara.
b. Uang kartal bank
2. Uang Giral

Definisi dari uang kartal adalah sebagai berikut :
1. Merupakan alat pembayaran yang sah untuk umum.
2. Setiap orang harus menerima dan berlaku memaksa.
3. Beredar diseluruh lapisan masyarakat
4. Tidak mengandung resiko karena di jamin oleh Negara dan diterima secara langsung.


2. Uang giral
Uang giral dapat diartikan tagihan atau rekening di bank yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
Contoh :
a. Cek
b. Bilyet Giro
c. Telegrafic Transfer

Definisi dari uang giral adalah sebagai berikut :
1. Bukan merupakan alat pembayaran yang berlaku untuk umum.
2. Umum boleh menolak dan sifat berlakunya tidak memaksa.
3. Hanya beredar di kalangan tertentu
4. Jika terjadi sesuatu dengan bank resiko ditanggung sendiri

Standar Moneter

            Standar moneter merupakan suatu benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat kesatuan hitung. Standar mata uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas.

Standar moneter dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1. Standar Barang (Commodity Standar)
Yaitu sistem moneter yang dimana nilai/tenaga beli uang dijamin sama dengan berat tertentu suatu barang.
Misalkan : emas, perak, dll.

2. Standar Kepercayaan (Fiat Standar)
Yaitu sistem moneter yang dimana nilai/tenaga beli uang tersebut tidak dijamin berat barang tertentu
Misalkan : logam



Bab 3
Peran lembaga keuangan bank dan non bank

Definisi  secara  umum  yang  dimaksud  dengan  Lembaga  Keuangan  menurut  UndangUndang No.14 / 1967 Pasal 1 ialah, Semua badan yang melalui kegiatan kegiatannya di bidan keuangan menaru uan dari   da menyalurkanny kedala masyarakat. Artinya kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan selalu berkaitan dengan bidang keuangan.

Lembaga  keuangan  bank  atau  bank  merupakan  lembaga  keuangan  yang  memberikan jasa  keuangan  yang  palin lengkap,  di  samping  menyalurkan  dana  atau  memberi pinjaman  (kredit)  juga  usaha  menghimpun  dana  dari  masyarakat  luas  dalam  bentuk simpanan Kemudia usah ban dala bentu lainny memberika jasa   yang mendukun da memperlanca kegiata memberika pinjama denga kegiatan memberikan pinjaman dengan kegiatan menghimpun dana.

Dalam praktiknya lembaga keuangan dapat dibagi menjadi :
1 Bank
2 Lembaga Keuangan Non-Bank


A BANK

Bank  adalah  badan  usaha  yang  menghimpun  dana  dari  masyarakat  dalam  bentuk simpana da menyalurkanny kepad masyaraka dala bentu kredi da atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat nanyak.



Asal Mula Kegiatan Perbankan

Sejara mencata asa mul dikenalny kegiata perbanka adala pad zaman kerajaan  tempo  dulu  di  daratan eropa.  Kemudian  usaha  perbankan  ini  berkembang  ke asia  barat  oleh  para  pedagang.  Perkembangan  perbankan  di  asia,  afrika  dan  amerika dibawa  oleh  bangsa eropa pada saat  melakukan penjajahan  kenegara jajahannya  baik di asia, afrika maupun benua afrika.

Usaha perbankan itu sendiri baru di mulai dari zaman Babylonia kira kira tahun 2000
SM. Kemudian  di lanjutkan  ke zaman Yunani  Kuno  dan Romawi.  Namun pada  saat itu tugas  utama  ban hanyala sebaga tempat  tukar  menukar  uang.  Seirin dengan perkembangan perdagangan semula hanya di daratan eropa akhirnya menyebar ke asia barat, dan akhirnya ke seluruh penjuru dunia.



Aktivitas pokok Bank sebagai Financial Intermediary

1 Aktivitas  perbankan  yang  pertama  adalah  menghimpun  dana  dari  masyarakat luas  yang  dikenal  dengan  istilah  di  dunia  perbankan  adalah  kegiatan  funding. Pengertian  menghimpun  dana  maksudnya  adalah  mengumpulkan  atau  mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas.
2 Berbagai aktivitas untuk menjaga kepercayaan masyarakat

3 Berbagai    aktivitas    untuk    menyalurkan     dana    ke    berbagai     pihak    yang membutuhkan Dari Masyarakat (dana dari Pihak ke-III)
·     Giro (Demand Deposits)
·     Deposito (Time Deposits)
·     Tabungan (Saving)



Simpanan Giro (Demand Deposit)

Giro   adala simpana yan penarikannya    dapa dilakuka setia saa dengan menggunakan  cek,  bilyet  giro,  sarana  perintah  pembayaran  lainnya  atau  dengan  cara pemindah  bukuan  Simpanan  adalah  dana  yang  dipercayakan  oleh  masyarakat  kepada bandalabentuk  giro,  deposito  berjangka,  sertifikat  deposito,  tabungaatayang dapat dipersamakan dengan itu.

Simpanan Tabungan (Saving Deposit)

Seperti   halnya   simpana giro simpana tabunga jug mempunyai   syarat-syarat tertentu  bagi  pemegangnya  dan  persyaratan  masing-masing  bank  berbeda  satu  sama lainnya.   Diampin persyarata yang   berbeda tujua nasaba menyimpa uang direkening  tabungan  juga  berbeda.  Dengan  demikian  sarana  bank  dalam  memasarkan produknya juga berbeda dengan sesuai dengan sasarannya.

Simpanan Deposito (Time Deposit)

Yang  dimaksud  dengan  deposit  adalah  simpanan  yang  penarikannya  hanya  dapat dilakukan  pada  waktu  tertentu  berdasarkan  perjanjian  nasabah  penyimpanan  dengan bank
Secara Umum, Bank dapat dibagi menjadi :

·     Ban Sentral  adala mencapa da memelihara   kestabila nila rupiah Untuk mencapai       tujuan                   tersebut                 Bank   Sentral    mempunyai    tugas    menetapkan    dan melaksanaka kebiujaka moneter,   mengatu da menjag kelancara system devisa serta mengatur dan mengawasi bank.
·     Bank   Umum,   merupakan    bank    yang    bertugas    melayani    segenap     lapisan masyarakat.
·     Dan   Bank   Perkreditan    Rakyat    (BPR)   merupakan     bank    khusus    melayani masyarakat kecil di kecamatan
·     Bank   Syariah,    merupakan    bank    yang   melayani    masyarakat    dengan    tidak menggunakan  sistem  perbankan  pada  umumnya,  namun  dengan  menggunakan sistem syariah (khususnya menurut syariah agama Islam)

Ditinjau   dari   seg kepemilika maksudny adala siap saj yan memiliki   bank tersebut.  Kepemilikan  ini  dapat  dilihat  akte  pendirian  dapengusahaan  sahayang dimiliki   ban yan bersangkutan Berdasarka pembagia ini ban dapa dibagi menjadi:
a Bank Pemerintah
b Bank Pemerintah Daerah c.        Bank Swasta
d Bank Swasta Asing

B Lembaga Keuangan Non-Bank

Adapujenis-jenilembaga  keuangalainnya  yanada  di  indonesia  saat  ini  antara lain :
·     Pasar  Modal merupakan  pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara pencari  dana  dengan  para  penanam  modal,  dengan  instrumen  utama  saham  dan obligasi
·     Pasar Uang yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi dana.
·     Koperas Simpa Pinja yaitu   menghimpu dan dari   anggotany kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggota koperasi dan masyarakat umum.
·     Perusahaan    Pengadaian    merupakan    lembaga    keuangan    yang   menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu.
·     Perusahaan  Sewa  guna  usaha  lebih  di  tekankan  kepada  pembiayaan  barang- barang modal yang di inginkan oleh nasabahnya.
·     Perusahaan    Asuransi    merupakan    perusahaan     yang   bergerak    dalam   usaha pertanggungan.
·     Perusahaan  Anjak  Piutang,  merupakan  yang  usahanya  adalah  mengambil  alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara mengambil kredit bermasalah.
·     Perusahaan  Moal  Ventura  merupakan  pembiayaan  oleh  perusahaan-perusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi.
·     Dana Pensiun, merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola dana pension suatu perusahaan pemberi kerja.



                                                          Bab 4
                                       Bank  umum Konvensional

1. Pada bank konvensional, kepentingan pemilik dana (deposan) adalah memperoleh imbalan berupa bunga simpanan yang tinggi, sedang kepentingan pemegang saham adalah diantaranya memperoleh spread yang optimal antara suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman (mengoptimalkan interest difference). Dilain pihak kepentingan pemakai dana (debitor) adalah memperoleh tingkat bunga yang rendah (biaya murah). Dengan demikian terhadap ketiga kepentingan dari tiga pihak tersebut terjadi antagonisme yang sulit diharmoniskan. Dalam hal ini bank konvensional berfungsi sebagai lembaga perantara saja

2. Tidak adanya ikatan emosional yang kuat antara Pemegang Saham, Pengelola Bank dan Nasabah karena masing-masing pihak mempunyai keinginan yang bertolak belakang

3. Sistem bunga:

* Penentuan suku bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus selalu untung untuk pihak Bank
* Besarnya prosentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan.
* Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat keadaan ekonomi sedang baik
* Eksistensi bunga diragukan kehalalannya oleh semua agama termasuk agama Islam
* Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi.




                                                     Bab 5
                                          Bank  umum  Syariah

1. Islam memandang harta yang dimiliki oleh manusia adalah titipan/amanah Allah SWT sehingga cara memperoleh, mengelola, dan memanfaatkannya harus sesuai ajaran Islam

2. Bank syariah mendorong nasabah untuk mengupayakan pengelolaan harta nasabah (simpanan) sesuai ajaran Islam

3. Bank syariah menempatkan karakter/sikap baik nasabah maupun pengelolaan pada posisi yang sangat penting dan menempatkan sikap akhlakul karimah sebagai sikap dasar hubungan antara nasabah dan bank

4. Adanya kesamaan ikatan emosional yang kuat didasarkan prinsip keadilan, prinsip kesederajatan dan prinsip ketentraman antara Pemegang Saham, Pengelola Bank dan Nasabah atas jalannya usaha bank syariah

5. Prinsip bagi hasil:

* Penentuan besarnya resiko bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung dan rugi
* Besarnya nisbah bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh
* Jumlah pembagian bagi hasil meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan
* Tidak ada yang meragukan keuntungan bagi hasil
* Bagi hasil tergantung kepada keuntungan proyek yang dijalankan. Jika proyek itu tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak




1. Pengertian Bank Syari'ah
            Pengertian bank menurut UU No 7 tahun 1992 adalah badan usaha yang menghimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Istilah Bank dalam literatur Islam tidak dikenal. Suatu lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat, dalam literature islam dikenal dengan istilah baitul mal atau baitul tamwil. Istilah lain yang digunakan untuk sebutan Bank Islam adalah Bank Syari'ah. Secara akademik istilah Islam dan syariah berbeda, namun secara teknis untuk penyebutan bank Islam dan Bank Syari'ah mempunyai pengertian yang sama.

Dalam RUU No 10 Tahun 1998 disebutkan bahwa Bank Umum merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syari'ah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu litas pembayaran. Lebih lanjut dijelaskan bahwa prinsip syari'ah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk menyimpannya, pembiayaan atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syari'ah. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, Bank Syari'ah berarti bank yang tata cara operasionalnya didasari dengan tatacara Islam yang mengacu kepada ketentuan alquran dan al hadist.

3.      Tujuan Perbankan Syari'ah

            Ada beberapa tujuan dari perbankan Islam. Diantara para ilmuwan dan para professional Muslim berbeda pendapat mengenai tujuan tersebut.
Menurut Handbook of Islamic Banking, perbankan Islam ialah menyediakan fasilitas keuangan dengan cara mengupayakan instrument-instrumen keuangan (Finansial Instrumen) yang sesuai denga ketentuan dan norma syari'ah. Menurut Handbook of Islamic Banking, bank Islam berbeda dengan bank konvensional dilihat dari segi partisipasinya yang aktif dalam proses pengembangan sosial ekonomi negara-negara Islam yang dikemukakan dalam buku itu, perbankan Islam bukan ditujukan terutama untuk memaksimalkan keuntungannya sebagaimana halnya sistem perbankan yang berdsarkan bunga, melainkan untuk memberikan keuntungan sosial ekonomi bagi orang-orang muslim. Dalam buku yang berjudul Toward a Just Monetary System, Muhammad Umar Kapra mengemukakan bahwa suatu dimensi kesejahteraan sosial dapat dikenal pada suatu pembiayaan bank. Pembiayaan bank Islam harus disediakan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Usaha yang sungguh-sungguh yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pembiayaan yang dilakukan bank-bank Islam tidak akan meningkatkan konsentrasi kekayaan atau meningkatkan konsumsi meskipun sistem Islam telah memiliki pencegahan untuk menangani masalah ini. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh pengusaha sebanyak-banyaknya yang bergerak dibidang industri pertanian dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
Para banker Muslim beranggapan bahwa peranan bank Islam semata-mata komersial berdasarkan pada instrumen-instrumen keuangan yang bebas bunga dan ditunjukkan untuk mengjasilkan keuangan finansial. Dengan kata lain para banker muslim tidak beranggapan bahwa suatu bank Islam adalah suatu lembaga sosial, dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Kazarian, Dr Abdul Halim Ismail, manajer bank Islam Malaysia berhaj, mengemukakan, “sebagaimana bisnis muslim yang patuh, tujuan saya sebagai manajer dari bank tersebut (bank Malaysia Berhaj) adalah semata-mata mengupayakan setinggi mungkin keuntungan tanpa menggunakan instrumen-instrumen yang berdasarkan bunga.

Ciri Bank Syari'ah
Bank Syari'ah mempunyai ciri yang berbeda dengan bank konvensional. cirri-ciri ini bersifat Universal dan kualitatif, artinya Bank Syari'ah beroperasi dimana harus memenuhi ciri-ciri tersebut.
a. Beban biaya yang telah disepakati pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal yang besarnyan tidak kaku dan dapat ditawar dalam batas yang wajar.
b. Penggunaan prosentasi dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran selalu dihindarkan. Karena prosentase bersifat melekat pada sisa hutang meskipun utang bada batas waktu perjanjian telah berakhir.
c. Didalam kontrak pembiayaan proyek bank tidak menetapkan perhitungan berdasarkan keuntungan yang pasti (Fiset Return) yang ditetapkan dimuka. Bank Syari'ah menerapkan system berdasarkan atas modal untuk jenis kontark al mudharabah dan al musyarakah dengan system bagi hasil (Profit and losery) yang tergantung pada besarnya keuntungan. Sedangkan penetapan keuntungan dimuka ditetapkan pada kontrak jual beli melalui pembiayaan pemilkikan barang (al murabahah dan al bai’u bithaman ajil, sewa guna usaha (al ijarah), serta kemungkinan rugi dari kontrak tersebut amat sedikit.
d. Pegarahan dana masyarakat dalam bentuk deposito atau tabungan oleh penyimpan dianggap sebagai titipan (al-wadi’ah) sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang diamanatkan sebagai pernyataan dana pada proyek yang dibiayai oleh bank sesuai dengan prinsip-prinsip syari'ah hingga kepada penyimpan tidak dijanjikan imbalan yang pasti (fixed return). Bentuk yang lain yaitu giro dianggap sebagai titipan murni (al-wadiah) karena sewaktu-waktu dapat ditarik kembali dan dapat dikenai biaya penitipan.
e. Bank Syari'ah tidak menerapkan jual beli atau sewa-menyewa uang dari mata uang yang sama dan transaksinya itu dapat menghasilkan keuntungan. Jadi mata uang itu dalam memberikan pinjaman pada umumnya tidak dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk pembiayaan pengadaan barang selama pembiayaan, barang tersebut milik bank.
f. Adanya dewan syari'ah yang bertugas mengawasi bank dari sudut syari'ah.
g. Bank Syari'ah selalu menggunakan istilah-istilah dari bahasa arab dimana istilah tersebut tercantum dalam fiqih Islam
h. Adanya produk khusus yaitu pembiayaan tanpa beban murni yang bersifat social, dimana nasabah tidak berkewajiban untuk mengembalikan pembiayaan (al-qordul hasal)
i. Fungsi lembaga bank juga mempunyai fungsi amanah yang artinya berkewajiban menjaga dan bertanggung jawab atas keamanan dana yang telah dititipkan dan siap sewaktu-waktu apabila dana ditarik kembali sesuai dengan perjanjian.

* Selain karakteristik diatas, Bank Syari'ah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Dalam Bank Syari'ah hubungan bank dengan nasabah adalah hubungan kontrak (akad) antara investor pemilik dana (shohibul maal) dengn investor pengelola dana (mudharib) bekerja sama untuk melakukan kerjasama untuk yang produktif dan sebagai keuntungan dibagi secara adil (mutual invesment relationship). Dengan demikian dapat terhindar hubungan eskploitatif antara bank dengan nasabah atau sebaliknya antara nasabah dengan bank.
b. Adanya larangan-larangan kegiatan usaha tertentu oleh Bank Syari'ah yang bertujuan untuk menciptakan kegiatan perekonomian yang produktif (larangan menumpuk harta benda (sumber daya alam) yang dikuasai sebagian kecil masyarakat dan tidak produktif, menciptakan perekonomian yang adil (konsep usaha bagi hasil dan bagi resiko) serta menjaga lingkungan dan menjunjung tinggi moral (larangan untuk proyek yang merusak lingkungan dan tidak sesuai dengan nilai moral seperti miniman keras, sarana judi dan lain-lain.
c. Kegiatan uasaha Bank Syari'ah lebih variatif disbanding bank konvensional, yaitu bagi hasil sistem jual beli, sistem sewa beli serta menyediakan jasa lain sepanjang tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip syari’ah.
 

Selasa, 01 Juni 2010

TUGAS KOMUNIKASI BISNIS BAB 4-7

NAMA    : MARCHELA IRDANI
NPM       : 30208767
KELAS    : 2 DD 04


KOMUNIKASI BISNIS
BAB 4


A . GAYA HIDUP

    Didalam dunia bisnis ataupun usaha baik di lingkungan kantor dan dimanakita berada adalah cerminan atau pantulan dari diri kita. Sikap dan gaya hidup seseorang dapat menetukan apa saja yang akan diraih oleh orang tersebut di dalam kehidupannnya, oleh karena itu seharusnya manusia menerapkan perilaku yag positif dalam dirinya serta mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.
    Gaya hidup pastinya dapat menunjang dan berpengaruh dalam suksesnya berkomunikasi karena setiap orang biasannya hanya mempunyai kesediaan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang bahagia, dan tidak sebaliknya.


B . MENGATUR WAKTU

    Dalam mengatur waktu kadang orang-orang mempunyai tingkat aktivitas yang sangat tinggi, tidak pernah merasa cukup padahal waktu yang tersedia hanya untuk dan millik kita . Pada dasarnya semua kegiatan yang kita lakukan akan membawa kita pada tujuan yang sudah kita rencanakan, bahkan kita pun sering terjebak dalam kegiatan yang tidak mengarahkan kita pada tujuan. Oleh karena itu agar segala kegiatan kita tetap dapat terpusat pada tujuan maka kita memerlukan cara yang efektif dan sederhana untuk mengatur segala skala prioritas dalam aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga kita dapat memanfaatkan waktu dan tidak membuang-buang waktu yang ada. Karena semakin banyak aktivitas yang kita lakukan maka kita harus bisa dan memprioritaskan aktivitas yang lebih penting pada skala prioritas yang paling di utamakan.
    Dalam tujuan manajemen mengatur  waktu mbukan merupakan salah satu langkah yang paling tepat karena keputusan yang akurat sangat ditentukan oleh prioritas yang sudah kita ambil. Oleh karena itu perlua da komunikasi yang baik agar komunikasi dapat berhasil dan ada pertimbangan lain sebagai berikut  :
a. mendengarkan agar tetap pada tujuan
b. menentukan tujuan dengan mempertimbangkan skala prioritas
c. memberikan perintah atau instruksi secara terarah dan jangan terburu-buru
d. membuat memo singkat akan tujuan  yang direncanakan
e.   cari sumber yang akurat apabila masih ragu-ragu
f. hindarilah sifat hiperresposif / berlebihan


C.FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN YANG MENUNJANG KARIER
    Ada beberapa faktor yang dapat menunjang kita dalam berkarier, adapun faktor penentu keberhasilan adalah sebagai berikut  :
1.Job deskription
seseorang dalam mencapai tujuannya harus selalu dapat bekerja atas dasar job descriptionnya sesuai dengan fungsinya
2.Memiliki keterampilan dasar ( basic skill)
keterampilan dasar sangat penting untuk kita plihara terus karena dengan keterampilan tersebut dapat menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian, dll.
3.An iron will in the velvet voice
segala sesuatu yang di ucapkan secara lisan harus dengan nada yang sopan dan ramah
4.Agenda kerja
aganda kerja dibuat untuk mengingatkan kita akn tugas-tugas pad atasan.
5.Kekompakan sebagai team
semakin tinggi jabatan makan akan semakin berat tanggung jawab dan keputusan yang harus diambil, dan diperlukan loyalitas dengan rekan-rekan kantor untuk dapat saling mendukung.
6.Inter personal skill
adalah kemampuan dalam bersikap dewasa, berprilakusopan, bijaksana, sensitif dan luwes dalam berdaptasi dengan orang lain.
7.Wawasan
kemampuan membaca kebutuhan agar dapat mengembangkan lingkungan mikro maupun makro yang dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan tempat bekerja.

D.PENAMPILAN SERASI
    Penampilan merupakan suatu keseluruhan yang nampak, dan berbusana atau berpakaian yang yang baik sangat menunjang penampilan yang serasi guna menunjang komunikasi. Keseimbangan penampilan nampak dari luar juga kesiapan mental. Dan bila hal itu tidak diperhatikan dapat membuat ketidak serasian dalam penampilan.

     E . LAMBANG-LAMBANG DALAM KOMNIKASI
    Semakin pandai berkomunikasi semakin lengkap orang tersebut mengoperasikan lambang-lambang dalam komunikasi, seperti dibawah ini    :
1.lambang gerakan tubuh dan gerakan anggota badan
2.lambang gambar dan huruf serta angka-angka
3.lambang benda-benda tertentu
4.lambang warna

          Setiap orang menggunakan lambang dan simbol tanpa banyak berfikir.  Arti dari lambang dan simbol dapat langsung ditangkap oleh manusia dalam kegiatan berkomunikasi dan tidak terjadi begitu saja. Terlebih dahiulu harus ada proses pembelajaran yaitu pengenalan dan pemaknaan serta penggunaan lambang tersebutmencerminkan penguasaan makna atas proses pembelajaran.

            Dalam arti luas adalah sebagai proses pembelajaran yang meliputi sosialisasi komplek yang ada dimasyarakatnya, sedangkan dalam arti sempit adalah suatu pembelajaran yang merupakan aktivitas yang memiliki tujuan tertentu yang dilakukan melalui pendidikan formal.
   














KOMUNIKASI BISNIS
BAB 5
A . SUMBER

    Sumber merupakan dasar yang digunakan dalampenyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Dan sumber tersebut dapat berupa lembaga,buku, dokuman dan lain-lain.

B. KOMUNIKATOR

    Dalam berkomunikasi setiap orang dapat menyampaikan pesan sebaga suatu proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan dan begitu sebaliknya :
1.penampilan
2.penguasaan masalah
3.perguasaan bahasa

kefefektifan komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi tetapi juga oleh si komunikator itu sendiri. Fungsin komunikator adalah pengutaraan pikiran dan perasaannyayaitu dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan menjadi tahu.
Pendapat atau perilaku komunikan dapat dijadikan sasaran yang akan mengkaji siapa komunikator yang menyampaikan informasi itu.

1.Etos kominikator
Etos adalah nilai diri seseoramg yang merupakan  panduan dari konisi, afeksi, dan konasi. Kognisi adalah proses memahami pikiran yang bersangkutan. Afeksi adalah perasaan yang timbul dari luar dan konasi adalah aspek psikologis yang berkaitan dengan upaya atau perjuangaan.
Etos tidak timbul pada seseorang dengan begitu saja akan tetapi ada faktor-faktor lain sebagai berikut  :
a . kesiapan
    seorang komunikator harus dapat menunjukan kepada orang lain bahwa telah siap secara matang dan kesiapan ini akan terlihat pada gaya komunikasi yang meyakinkan.
b. kesungguhan
    seorang komunikator yang berbicara dan membahas suatu topik yang dibicarakan harus mempunyai kesungguhan kepada pihak komunikan.
c. ketulusan
    seorang komunikator harus dapat menunjukan ketulusan dan membarikan kesan bahwa ada niat yang tulus dalam hati dan perbuatannnya.
d. kepercayaan
    seorang komunikator harus mampu menguasai diri dalam menghadapi segala situasi kondidi yang ada dengan memberikan suatu kepercayaan.
e. ketenangan
    orang lain akan menaruh kepercayaan darai sikap komunikator yang tenang dalam penampilan dan kata-kata.
f. keramahan
    seorang komunikan akan menaruh simpatiknya apabila komunikator mempunyai sikap yang selalu ramah.
g. kesederhanaan
    suatu kesederhanaan tidak hanya dilihat dari segi fisik tetapi juga dari cara seorang komunikator dapat memyampaikan pikiran dan perkataannya dngan gaya yang sederhana.

2.Sikap komunikator
Dalam kegitatan berkomunikasi yang melibatkan orang lain , pada diri komunikator terdapat 5 sikap:
1.reseptive (reseptif)
2.selective (selektif)
3.dijestif (digestive)
4.assimilative (asimilatif)
5.transmissive (transmisif)

C.PESAN
Pesan adalah penyampaian berita secara keseluruhan yang disampaikan oleh komunikator dan mempunyai maksud isi dari tujuan akhir disampaikannya pesan.
1.Penyampaian pesan
* lisan
* face to face
* ataupun dengan media dan saluran lainnya


2.Bentuk-bentuk pesan
* informatif (bersifat memberikan keterangan)
* persuasif (berisikan bujukan)
* koersif (bersifat memaksa)
3.Ada beberapa persyaratan pesan yang harus dipenuhi antara lain :
* umum
* jelas dan gamblang
* bahasa yang jelas
* positif
* seimbang
* penyesuaian dengan keinginan komunikasi

D.CHANNEL / SALURAN
Channel adalah saluran penyampaian pesan, atau dapat pula disebut sebagai media. Mdia komunikasi dikategorikan 2 bagian :
a. media umum
b. media massa

       E. KOMUNIKASI
Komunkasi dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. personal
~komunikasi yang ditujukan kepada sasarn tunggal
b. kelompok
~komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu
c. massa
~komunikasi yang ditunjukan kepada massa atau ditujukan kepada media massa.

        F. EFEK
Efek merupakan hasil akhir dari sebuah komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku seseorang,     sesuai atau tidak dengan keinginan kita. Ada beberapa hasil dari efek berkomuikasi  :
1.personal opinion (pendapat pribadi)
2.public opinion (pendapat umum)
3.majority opinion (pendapat terbesar dari masyarakat)

G. FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERLUKAN DALAM PROSES KOMUNIKASI
1. Empat tahap komunikasi
*  pengumpulan fakta
* perncanaan
* komunikasi
* evaluasi

2. Prosedur mencapai effect yang dikehendaki
attention ( perhatian )
interest ( kepentingan )
desire ( keinginan )
decision ( keputusan )
action ( tindakan )
















KOMUNIKASI BISNIS
BAB 6


A.PERTEMUAN

    Di dalam dunia bisnis atau usaha diperlukan adanya suatu langkah dalam penyusunan perencanaan, pengorganisasian, kegiatan, pelaksanaan kegiatan ataupun pengawasan. Supaya semua itu dapat terwujud maka diperlukan sebuah forum untuk sebuah pertemuan yang nantinya dapat mempertemukan  gagasan, ide, pendapat, dan saran yang dapat dijadikan bahan dasar dalam penyusunan langkah-langkah di atas.

B.RAPAT

    Rapat juga memiliki kewenangan dalam pertemuan untuk membuat keputusan, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
undangan rapat
pengaturan ruang rapat
perlengkapan rapat

C. KOMUNIKASI DALAM PERTEMUAN DAN RAPAT
     Dalam setiap rapat dan pertemuan, pesrta harus dapat menyadari posisinya dalam forum tersebut, seperti dibawah ini :
1.mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab
2.mampu berperan sebagai komunikator yang aktif akan tetapi tidak memonopoli pembicaraan
3.mampu berperan sebagasi komunikan yang sangat responsif  tetapi tidak emosional
4.mampu berperan sebagai penyelaras yang bijaksana dan adil tetapi tidak kehilangan pendirian.
5.Mampu mengendalikan diri  dan menghindarkan terjadinya debat serta tidak bertele-tele.




D. TEKNIK BERBICARA, MEMBACA, DAN MENDENGARKAN
    Berbicara merupakan bagian dari komunikasi yang paling efektif. Karena sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Sedangkan teknik membaca merupakan menyampaikan pikiran dan perasaan orang yang tulisannya sedang dibaca. Demikian dengan mendengarkan, terlihat memang lebih mudah akan tetapi sesungguhnya mendengarkan harus disertai sikap ingin tahu, sabar, dan mampu mencerna isi suara yang dudengatkan. Untuk dapat menjadi pengdengar yang baik diperlukan konsentrasi dan kepekaan indera pendengaran kita, sehingga hasil dari perbuatan mendengarkan adalah tambahnya pengatahuan , informasi dan menyeleksi keputusan yang bebobot.

E. MENYUSUN PESAN
Ada beberapa peranan komunikasi dalam menciptakan dan memelihara otoritas dalam komunikasi :
1.saluran komunikkasi harus diketahui secara pasti
2.adanya saluran komunikasi yang formal pada setipa anggota komunikasi
3.jalur komunikasi seharusnya langsung dan sependek mungkin
4.garis komunikasi formal secara keseluruhan harusnya dipergunakan secara normal
5.oranr-orang yang bekerja sebagai pusat pengatur organisasi harus orang-orang yang cakap
6.garis komunikasi seharusnya tidak mendapat gangguan sementara organisasi sedang berfungsi
7.setiap komunikasi harus dipisahkan

Beberapa iiformasi yang menimbulkan reaksi negatif terhadap komunikasi  :
informasi tidak tertangkap
membuat kesalahan
menunda atau menumpuk pekerjaan
penyaringan
hanya menagkap garis besarnya saja
melempar tugas pada orang lain
menghindari informasi


Komunikasi lebih cenderung lebih merupakan suatu teknik dari suatu sikap. Oleh karena itu seorang manajer hampir tersita seluruh waktunya untuk hal-hal seperti dibawah ini  :
1.menyampaikan informasi atau gagasan kepada atasan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan
2.memberikan arahan kepada para manajer bawahannya dengan berbagai informasi untuk kelancaran kerja mereka
3.menyampaikan berbagai informasi kepada staffnya
4.mengatur dan menetapkan strategi
5.menerima dan mengartikan penampilam-penampilan semua orang yang bekerja baginya
6.berkomunikasi dengan berbagai pihak diluar perusahaan. Termasuk para pelanggan, instansi pemerintahusaha perdagangan dan masyarakat umum.























KOMUIKASI BISNIS
BAB 7

Pentingnya Komunikasi
Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara dengan . Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia
Pengertian lain Komunikasi
Komunikasi sebagai kata benda (noun), communnication, berarti :
(1) pertukaran simbol, pesan-pesan yang sama dan informasi;
(2) proses pertukaran antara individu melalui sistem simbol-simbol yang sama;
(3) seni untuk mengekspresikan gagasan; dan
(4) ilmu pengetahuan tentang pengiriman informasi (Stuart, 1983).
Beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa pakar :
1.William Albig : komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu. (Communication is the prosses of transmitting meoninfull symbols between individuals – buku public opinion).
2.Wilbur Schram : dalam uraiannya “How Communication Work” mengatakan komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu kata communio atau common. Bilamana kita mengadakan komunikasi itu berarti membagikan informasi …. agar si penerima maupun si pengirim sepaham atas suatu pesan tertentu. (communication comes from latin, communio = common when we communication are the sender tuned together for a particular message). Jadi esensi komunikan adalah menemukan dan memadukan si penerima dan si pengirim.
3.Onong Uchyana Effendy : dalam bukunya komunikasi : teori dan praktik mengatakan, komunikasi hakekatnya adalah proses penyimpanan pikiran atau perasaan oleh komunikator kepada komunikan.
4.Bennard Berelson dan Gary A. Steinner (1964:527) mendefinisikan komunikasi : ”communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc. by the uses of symbol…” (komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi).
Dari beberapa pengertian diatas ada dua nilai :
~informasi, berupa lambang, gambaran –> jadi stimulans;
      ~persuasy, proses pemindahan, hendak mencapai satu sasaran sedangkan : pesan atau message    adalah wujud dan proses pengoperannya.
o Secara ontologis kebenaran yang hakiki, komunikasi adalah perhubungan atau proses pemindahan dan pengoperan arti, nilai, pesan melalui media atau lambang-lambang apakah itu bahasa lisan, tulisan ataupun isyarat.
o Secara aksiologis, komunikasi adalah proses pemindahan pesan dari komunikator kepada komunikan.



Komunikator (stimulus) memberikan rangsangan kepada komunikan. Sikap Ide Pemahaman suatu pesan dapat dimengerti baik komunikator dan komunikan. Secara epictomologis, komunikasi bertujuan merubah tingkah laku, merubah pola pikir, atau sikap orang lain. Untuk dapat membangun kebersamaan : mencapai ide yang sama demi satu tujuan yang sama.
Paradigma Lasswell (Haroid D. Laswell)
Untuk memahami komunikasi dengan menjawab pertanyaan :
Who says what in which channel yo whom with what effect ?
DI.Siapa (mengatakan? komunikator, pengirim atau sumber)
DII.Apa message : pesan, ide, gagasan)
DIII.Dengan saluran mana? (media channel dan sarana)
DIV.Kepada siapa (komunikan, penerima, alamat)
DV.Dengan hasil/dampak apa? (effect  hasil komunikasi)
Kesimpulan :
Komunikasi adalah : seni penyampaian informasi (peran, message, ide,sikap atau gagasan) dari komunikator untuk merubah serta permohonan yang dikehendaki komunikator. Jadi proses penyampaian informasi berdaya guna bagi komunikator maupun komunikan.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara dengan . Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.
Sebaliknya, Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Seperti yang terjadi dalam hubungan dengan , dimana pihak menganggap pernyataan mengenai “Negara Bebas Teroris” di terjemahkan oleh sebagai “Indonesia Gudang Teroris”. Hal ini menyebabkan dampak yang kurang baik dalam hubungan kedua negara tersebut.
Dari kedua contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh lain dalam pendidikan seperti hubungan dosen dengan mahasiswa,dengan adanya komunikasi,maka kegiatan belajar- mengajar akan berlangsung dengan baik dan lancar.
Penerapan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Komunikasi secara garis besarnya dibedakan atas dua macam cara yaitu komunikasi kedalam dankomunikasi keluar. Komunikasi kedalam itu sesuai dengan tujuan kepada siapa warta itu disampaikan, dibedakan pula atas dua macam yaitu komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Komunikasi vertikal berarti proses penyampaian suatu warta dari pihak pimpinan kepada pihak pegawai atau sebaliknya. Dengan demikian komunikasi vertikal dibedakan pula atas komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas. Komunikasi ke bawah itu diwujudkan oleh pimpinan dengan jalan pemberian perintah atau dengan jalan pemberian petunjuk.
Masing-masing komunikasi ke bawah bertujuan :
1.  Untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan
2. Untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada realisasi tujuan perusahaan.

Proses itu meliputi unsur sebagai berikut :
Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan
Pesan, yaitu isi perintah, instruksi atau pemberitahuan lain, artinya perihal, ide, pikiran, informasi, opini, dan sebagainya.
Saluran atau Channel / Media, yaitu alat yang dipergunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan.
Komunikan, yaitu orang yang menerima pesan
Efek , yaitu pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap komunikan.

Bagi seorang pimpinan maka yang terpenting adalah unsur yang kelima(efek). Unsur inilah yang harus selalu mendapat perhatian pimpinan. Pimpinan harus senantiasa bertanya apakah komunikasi yang ia lakukan ada efeknya dan bila ada sejauh mana efek itu, kalau tidak ada apa sebabnya. Sukses tidaknya komunikasi, dalam garis besarnya juga kepemimpinan tergantung dari efek kegiatan komunikasi yang dilakukan. Sudah barang tentu hal ini tergantung dari apa dan bagaimana yang ia komunikasikan. Semuanya ini harus diadakan pengecekan-pengecekan.
 Komunikasi dalam Organisasi
Ada tiga arah umum komunikasi dalam organisasi yaitu :
1. Komunikasi vertikal dari atas ke bawah
2. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas
3. Komunikasi horisontal
Seperti diketahui bahwa organisasi tidak hidup menyendiri terpisah dari lingkungannya. Oleh karena itu muncul bentuk komunikasi lain, yaitu komunikasi dari luar, atau eksternal. Informasi dari luar perlu dipelajari agar organisasi dapat berjalan memperoleh pengalaman dan memperbaiki hubungannya ,dengan masyarakat lingkungannya.
Komunikasi vertikal dari atas ke bawah terjadi misalnya dalam menetapkan jobs intruction, yaitu pelaksanaan perintah-perintah pekerjaan, memberi penjelasan tentang kebiasaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
Komunikasi dalam Bisnis
Pentingnya komunikasi merupakan kegiatan bisnis tidak akan berhasil jika tidak ada komunikasi. Komunikasi bisnis dapat dilakukan di dalam perusahaan dan di luar perusahaan. Di dalam perusahaan komunikasi perlu dibina secara baik dengan para karyawan agar mereka lebih yakin dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dalam komunikasi bisnis dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Komuikasi internal
komunikasi intern ini sangat penting untuk menjaga kelancaran jalannya organisasi perusahaan sehingga tidak akan timbul miskomunikasi antar bagian-bagian, seksi-seksi dalam perusahaan
2. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal dilakukan perusahaan dalam hubungan dengan masyarakat, pemerintah pada umummnya dan pada khhususnya terhadap para konsumen atau langganan.

Komunikasi dalam Administrasi
Komunikasi administrasi adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dengan mempergunakan bahasa administrasi. Agar supaya proses komunikasi ini berjalan / terlaksana secara effisien maka harus diperhatikan bahwa materi komunikasi tersebut hendaknya memenuhi empat macam persyaratan yaitu
Singkat (concise )
Jelas ( clear )
Lengkap ( complete )
Tepat ( correct )

Didalam komunikasi administrasi, kita menggunakan , barang cetakan, dan sebagainya. Yang dimaksud dengan adalah sehelai kertas atau lebih yang memuat suatu bahan komunikasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain, baik atas nama pribadi maupun kedudukannya dalam organisasi atau kantor suatu perusahaan.
Teknik Komunikasi Bisnis
Didalam Teknik Komunikasi Bisnis Banyak cara dapat dilakukan dalam komunikasi bisnis, antara lain :
1. Mencetak bulletin
Diterbitkan secara teratur, yang memuat informasi tentang perusahaan tentang produk baru yang sedang dikerjakan ataupun kerangka-kerangka ilmiah / berita umum yang bermanfaat bagi masyarakat.
2. Membuat film documenter
Perusahaan dapat membuat film dokumenter, misalnya menyangkut proses produksi kemudian disiarkan oleh televisi dalam bentuk berita pembangunan.
3. Publicity
Pimpinan perusahaan dapat mengundang para wartawan datang ke lokasi perusahaan, kemudian mengadakan wawancara tentang segala sesuatu mengenai perusahaan , seperti sejarah berdirinya perusahaan, ide yang mendorong mengapa perusahaan ini didirikan di tempat ini, apa manfaat dari produksi ini ditinjau dari segi pembangunan bangsa, apa keunggulan produk ini dan sebagainya. Publicity ini tidak usah dibayar pemuatannya dalam kabar karena dimuatnya dalam bentuk berita.Di dalam publicity sifat komersial tidak terlalu menonjol.
4. Promosi
Teknik komunikasi yang paling banyak digunakan dalam bisnis adalah apa yang tercakup dalam kegiatan promosi. Promosi berarti semua usaha yang bertujuan meningkatkan penjualan, termasuk kedalamnya personal selling, advertising, publicity dan sales promotion. Sales promotion berarti setiap usaha untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek seperti display, show, demontrasi, memberi hadiah-hadiah, mengadakan undian dan sebagainya
 Iklan Sebagai Media Komunikasi Bisnis
Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos
Jika iklan konsumen itu ditujukan langsung pada khalayak yang memakainya maka iklan bisnis diarahkan khusus kepada mereka yang mempunyai bisnis, usaha dagang yang berkaitan dengan produk tersebut. Jika iklan untuk konsumen disebarluaskan melalui media massa atau menggunakan media forum maka iklan bisnis mempunyai media khusus. Meskipun kadang-kadang juga menggunakan media massa namun para pengusaha lebih suka mengeluarkan media melalui humas. Sebagai contoh informasi tentang produk disalurkan melalui prospektus perusahaan, bulettin, pamflet, leaflet, poster, surat menyurat langsung terhadap relasi, pameran dagang atau expo, pameran hasil. Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:

1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.
2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.
3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.
Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6.    Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli  Untuk menghadapi persaingan



REFERENSI :
www.google.com

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/komunikasi_bisnis/bab6-komunikasi_dalam_bisnis.pdf
 
Marchela Irdany (@marchela_irdany). Template Design By: SkinCorner